Pendidikan adalah fondasi paling krusial bagi kemajuan suatu bangsa. Namun, realita di lapangan sering kali menunjukkan bahwa masih banyak fasilitas pendidikan, terutama di daerah pelosok, yang kondisinya jauh dari kata layak. Dalam menghadapi tantangan ini, peran aktif dari sektor swasta sangatlah dibutuhkan.

Di sinilah kepemimpinan seorang perempuan tangguh dan visioner, Liwa Supriyanti, mengambil peran penting. Sebagai Presiden Direktur, ia membuktikan bahwa bisnis tidak melulu soal ekspansi dan keuntungan finansial, melainkan juga tentang bagaimana memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Baru-baru ini, kepedulian tersebut diwujudkan secara nyata melalui program perbaikan infrastruktur pendidikan yang menyentuh langsung denyut nadi masyarakat bawah.

Menghidupkan Kembali Harapan di SDN Gunungbatu Kebonpedes

Sorotan utama dari langkah pendorong kualitas SDM ini adalah inisiatif program Corporate Social Responsibility (CSR) yang menyasar SDN Gunungbatu, Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Sebelumnya, sekolah ini mengalami kerusakan struktural yang cukup parah, khususnya pada ruang kelas 4, 5, dan 6 yang dinilai membahayakan. Kondisi ini memaksa kegiatan belajar mengajar berlangsung secara tidak maksimal. Para siswa terpaksa harus belajar bergiliran, atau dialihkan ke ruang perpustakaan, musala, hingga selasar luar ruangan yang rentan basah ketika hujan turun.

Melihat kondisi yang memprihatinkan tersebut, Gunung Prisma, berkolaborasi dengan PT Selaras Prima Angkasa, bergerak cepat melakukan renovasi menyeluruh. Pada Rabu, 25 Februari 2026, hasil perbaikan gedung sekolah ini resmi diserahterimakan. Tidak hanya mengembalikan bangunan fisik agar aman dan nyaman digunakan, perusahaan juga turut mendonasikan perlengkapan sekolah bagi para siswa.

Kepala SDN Gunungbatu Kebonpedes, Ami Kusmaeni, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas bantuan strategis ini. Baginya, renovasi gedung sekolah ini berdampak langsung pada kelancaran proses belajar mengajar. Para siswa kini dapat kembali fokus menuntut ilmu di ruang kelas yang layak tanpa harus diliputi rasa khawatir.

Gaya Kepemimpinan Berempati ala Direktur Perempuan

Keberhasilan program CSR yang tepat sasaran ini tentu tidak lepas dari sentuhan tangan dingin sang Presiden Direktur. Di tengah kerasnya industri perdagangan besi dan baja nasional, kehadiran Liwa Supriyanti sebagai eksekutif dan pemimpin perempuan memberikan warna yang sangat berbeda. Ia berhasil memadukan ketajaman insting bisnis dengan tingkat empati sosial yang tinggi.

Bagi Liwa, perusahaan memiliki kewajiban moral untuk tumbuh bersama masyarakat di sekitarnya. “Ini salah satu bentuk kepedulian kami. Kami prihatin melihat kondisi bangunan sekolah yang rusak dan tidak layak digunakan,” ungkapnya saat acara peresmian. Lebih lanjut, ia menegaskan prinsipnya bahwa sebagai pelaku ekonomi, korporasi wajib berbagi dan memberi manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Kepemimpinan inklusif ini sukses mematahkan stigma bahwa industri berat hanya berorientasi pada aspek komersial. Ia membangun personal branding yang kuat sebagai Woman Director yang menjadikan kesejahteraan sosial masyarakat sebagai bagian dari agenda utama perusahaannya.

Mendorong Kualitas SDM Lewat Prinsip Keberlanjutan (Sustainability)

Lebih dari sekadar perbaikan fisik bangunan sekolah, inisiatif di Sukabumi ini merupakan manifestasi dari komitmen teguh Liwa Supriyanti terhadap prinsip keberlanjutan (sustainability). Dalam kacamata modern, keberlanjutan tidak hanya sebatas penghijauan atau pelestarian alam, tetapi juga mencakup pembangunan manusia (SDM) jangka panjang.

Pendidikan yang layak adalah pilar utama dari keberlanjutan sosial. Dengan memastikan anak-anak mendapatkan fasilitas belajar yang mumpuni, Gunung Prisma turut serta dalam memutus rantai kemiskinan dan mempersiapkan generasi masa depan yang berkualitas. Langkah nyata ini sejalan dengan nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDGs).

Bagi ekosistem korporasi yang ingin mendalami lebih lanjut integrasi antara inisiatif bisnis dan komitmen lingkungan serta sosial, diskusi mendalam mengenai hal ini dapat diakses melalui Sustainable Green Forum. Wadah seperti ini menjadi katalisator penting bagi para pelaku industri untuk terus menerapkan strategi bisnis yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab.

Jejak Konsistensi Program Sosial yang Berdampak

Renovasi sekolah di Sukabumi ini bukanlah gebrakan pertama yang dilakukan di bawah kepemimpinan Liwa Supriyanti. Rekam jejak kepedulian perusahaannya terbukti sangat konsisten. Sebelumnya, mereka telah menyalurkan berbagai bantuan vital, seperti donasi 300 set hazmat suit untuk tenaga kesehatan di Puskesmas Kopo (Kabupaten Serang), penyediaan material baja untuk pembangunan jembatan di Desa Nangela (Sukabumi), hingga ragam bantuan sosial untuk warga di kawasan Bantargebang.

Rangkaian kegiatan ini menjadi bukti valid bahwa CSR di mata seorang Liwa Supriyanti bukanlah sekadar kewajiban formalitas, melainkan sebuah dedikasi berkelanjutan untuk negeri.

 

Kisah di balik renovasi SDN Gunungbatu Kebonpedes membuktikan bahwa ketika bisnis dikelola dengan nurani dan visi keberlanjutan, dampaknya akan meluas dan bermakna. Sosok Liwa Supriyanti menetapkan standar emas tentang bagaimana seorang pemimpin perempuan dapat menakhodai perusahaan industri berat, namun tetap menjunjung tinggi sisi humanis. Melalui dedikasinya, ia tidak sekadar membangun citra perusahaan yang kredibel, tetapi lebih dari itu—ia sedang merajut masa depan cerah bagi pendidikan dan generasi penerus bangsa.